
Alhamdulillah, kita kembali dipertemukan dengan tamu agung yang selalu dirindukan, bulan suci Ramadhan. Di minggu-minggu awal ini, kita semua pasti merasakan euforia yang luar biasa. Masjid-masjid penuh sesak, tilawah Al-Qur’an menggema di setiap sudut, dan semangat berbagi kebaikan terasa begitu kental di tengah masyarakat.
Namun, kita semua tahu, tantangan terbesar dari sebuah perjalanan spiritual bukanlah seberapa cepat kita berlari di garis start, melainkan seberapa tangguh kita bertahan hingga mencapai garis finish.
Seringkali, sebagai manusia biasa, semangat yang begitu menggebu di awal Ramadhan perlahan surut saat memasuki pertengahan bulan. Kesibukan duniawi mulai kembali menyita fokus, dan rasa lelah mulai menghampiri. Lalu, bagaimana caranya agar nyala semangat ibadah ini tetap terang benderang hingga malam takbiran nanti?
Kita percaya bahwa Ramadhan bukan sekadar tentang intensitas sesaat, melainkan tentang transformasi diri yang berkelanjutan. Istiqamah (konsistensi) adalah kunci utama.
Berikut adalah beberapa pengingat yang bisa kita jadikan pegangan bersama agar semangat ibadah tidak memudar:
Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik tolak perubahan yang sejati. Semoga Allah SWT senantiasa melembutkan hati kita, menguatkan langkah kita, dan memberikan karunia istiqamah. Harapan kita bersama, ketika hari kemenangan itu tiba, kita bukan sekadar merayakan berakhirnya puasa, melainkan merayakan lahirnya diri kita yang baru, yang lebih bertakwa dan penuh kasih sayang.
Selamat menjalankan ibadah puasa. Mari berlomba dalam kebaikan, sedikit demi sedikit, namun pasti hingga garis akhir.
![]() |
Prof. dr. Veni Hadju, MSc, PhDKepala Sekolah
|
Tinggalkan Komentar