
Makassar, 9 Mei 2026 – Yayasan Kesehatan Masyarakat Sahabat Dhuafa (YKMSD) baru saja menggelar Rapat Kerja (Raker) tahunan untuk merumuskan strategi pengabdian dan pengembangan lembaga di tahun 2026. Bertempat di Makassar, pertemuan ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang berfokus pada penguatan finansial, transformasi digital santri, dan restrukturisasi organisasi demi pelayanan yang lebih efektif.
Salah satu poin utama dalam raker kali ini adalah penguatan basis donatur tetap. Prof. Sukri Pallutturi menyampaikan rencana besar mengenai mekanisme pemotongan gaji dosen FKM Unhas sebagai bentuk donasi berkelanjutan bagi yayasan. Komitmen ini ditargetkan tuntas sebelum berakhirnya masa jabatan dekan. Selain itu, yayasan juga menargetkan penghimpunan dana sebesar 1 Miliar Rupiah melalui skema Waqaf Produktif, di mana keuntungan dari proyek yang dikelola akan kembali dialokasikan untuk kemaslahatan umat.
YKMSD terus berkomitmen meningkatkan kapasitas para santri Rumah Quran Sahabat Dhuafa (RQSD) dengan pendekatan yang relevan dengan zaman:
Puncak kegiatan akademik santri direncanakan akan dirayakan dalam prosesi wisuda pada akhir Juni 2026.
Sesuai dengan perkembangan teknologi, YKMSD melakukan migrasi sistem dokumentasi dari laporan tertulis ke arsip berbasis website agar lebih efektif dan transparan. Website yayasan akan segera diaktifkan kembali sebagai pusat informasi kegiatan rutin.
Di sektor pelayanan kesehatan, yayasan akan memperkuat kolaborasi dengan Puskesmas Sudiang untuk pemeriksaan kesehatan rutin santri. Selain itu, terdapat penambahan fasilitas berupa alat terapi yang diwaqafkan untuk menunjang kesehatan masyarakat umum dan santri.
Untuk meningkatkan efisiensi koordinasi, YKMSD melakukan restrukturisasi divisi sebagai berikut:
Catatan Penutup:
Raker ini juga melaporkan perkembangan fisik pembangunan pondasi RQL yang mendapatkan bantuan penimbunan sebanyak 20 truk untuk mempercepat proses konstruksi. Dengan semangat kebersamaan, YKMSD optimis tahun 2026 akan menjadi tahun lompatan bagi kemandirian yayasan dan pemberdayaan masyarakat dhuafa.
![]() |
Prof. dr. Veni Hadju, MSc, PhDKetua Yayasan
|
Tinggalkan Komentar